Portal Berita Online

SIAK (RPZ) -- Apa yang terlintas di kepala ketika mendengar kalimat Smart City? Kota dengan teknologi canggih? Nah, disini akan dibahas apa itu program Smart City dan penerapannya di salah satu kabupaten di Indonesia, kabupaten Siak.
Smart City bisa diartikan sebuah konsep kota cerdas yang membantu masyarakat yang berada di dalamnya dengan mengelola sumber daya yang ada secara efisien dan efektif guna memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau lembaga dalam melakukan kegiatannya atau pun mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya.
Konsep smart city sendiri pertama kali digaungkan oleh International Business Machines Corporation (IBM), perusahaan komputer ternama di Amerika. Perusahaan tersebut memperkenalkan konsep smart city untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan. Untuk mensukseskan konsep kota pintar ini, IBM menelurkan enam indikator yang harus dicapai. Keenam indikator tersebut adalah masyarakat penghuni kota, lingkungan, prasarana, ekonomi, mobilitas, serta konsep smart living.
Dalam rangka implementasi konsep smart city di Kabupaten Siak, pemerintah daerah melakukan ujicoba video conference sebagai langkah penggunaan teknologi informasi guna meningkatkan efisiensi pelayanan. Ujicoba video conference tersebut sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Siak beberapa waktu lalu.
Dalam video conference tersebut, pada waktu itu Pemerintah Kabupaten Siak menyapa satu persatu para camat beserta jajaran, serta menanyakan informasi perkembangan terbaru seputar penyelenggaraan pemerintahan di masing-masing kecamatan. Selain itu, ia juga menjelaskan esensi serta tujuan dari pelaksanaan video conference, yaitu untuk mewujudkan efesiensi waktu dan biaya dalam mengelola pemerintahan.
Bupati Siak Alfedri mengaku,bahwa ini Salah satu tujuan video conference ini untuk mewujudkan smartcity yang telah ditetapkan Menkominfo, dimana Kabupaten Siak terpilih sebagai salah satu dari 25 Kabupaten dan Kota untuk mengikuti Gerakan Menuju 100 Smart City di tanah air.
Langkah tersebut diambil mengingat bentang wilayah Kabupaten Siak cukup luas, sehingga diperlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk melaksanakan koordinasi dan sinergi lewat pertemuan tatap muka dengan para camat.
Teknologi amat membantu tugas selaku penyelenggara pemerintahan yang beerjauhan agar tetap terkoneksi, khususnya bagi kecamatan terjauh seperti Minas, Kandis, Kerinci Kanan dan Sungai Apit.
Langkah baru ini, para camat tidak perlu meninggalkan tempat dan tugas rutin pelayanan, namun tetap dapat berkomunikasi untuk menerima arahan dari pimpinan. Selain itu, jika terdapat persoalan terkait pelayanan yang perlu dikonsultasikan dengan pimpinan dapat menyertakan masyarakat dalam video conference.
“Semoga video conference ini dapat kita manfaatkan semaksimalkan mungkin untuk melaksanakan percepatan pembangunan”, sebutnya.
Smart City di Kabupaten Siak Layak Menjadi Percontohan Pemerintah pusat telah menetapkan Kabupaten Siak sebagai pilot project smart city di Indonesia sudah sejak lama .Bagaimana penerapannya masih dimonitoring dan dievaluasi tahun 2022 ini.
Perwakilan Kementerian Kominfo Hary Febriansyah pernah mengatakan,bahwa mengatakan sejak tahun 2017 lalu Siak terpilih bersama 25 daerah lainnya di Indoensia untuk ikut program 100 smart city.
"Jadi ini bukan pemberian/hadiah dari Kementerian Kominfo mengenai layak atau tidaknya Kabupaten Siak untuk ikut dalam program ini. Di Indonesia hingga sekarang lebih kurang ada 450 Kabupaten/Kota dan Siak yang masuk ke 25 Kabupaten/Kota terpilih pada tahun 2017," ucapnya.
Ini merupakan suatu prestasi yang sangat membanggakan, sambung Hary, terlebih lagi boleh dikatakan usia Kabupaten Siak ini masih remaja karena pemekaran tahun 2000 lalu. "23 tahun itu masih usia remaja dan bisa mengalahkan Kabupaten/Kota yang sudah senior sebelumnya. Siak sangat layak menjadi salah satu contoh mengenai penerapan smart city," katanya pada sat itu.
"Bila dibandingkan dengan Kabupaten Kota yang 25 Kabupaten/Kota pertama, Siak yang termasuk baik perkembangannya dalam pelaksanaan smart city ini. Oleh sebab itu setiap tahunnya ada pendampingan dan bimbingan yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo,' sebut Jamal.
Smart city tidak hanya berbicara tentang teknologi, lanjut Jamal, namun juga bagaimana memanfaatkan sumber daya yang ada di daerah itu sendiri secara cerdas, demi untuk memberikan manfaat yang sebesar besarnya kepada masyarakat.
Konsep smart city ini juga sejalan dengan misi Kab. Siak, dalam mewujudkan destinasi pariwisata yang berdaya saing dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, serta pelayanan publik yang prima. "Berbagai program dan kegiatan telah dijalankan. Program pariwisata pengembangannya kini sudah menggunakan aplikasi Pesona Siak. Bagaimana perkembangan Siak ada di sana,' tuturnya.
Lebih lanjut Jamal menerangakan, kegiatan lainnya yang dijalankan termasuk juga diantaranya, dalam melaksanakan tata kelola Pemerintahan Siak juga sudah menggunakan e-planing dalam merencanakan pembangunan.
Pemkab Siak Raih Penghargaan Smart Governance dari Kemenkominfo Pemerintah Kabupaten Siak, menerima penghargaan Smart City kategori Smart Governance dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Penghargaan itu langsung di terima oleh wakil Bupati Siak Wabup Husni Merza. Kabupaten Siak masuk dalam 25 kabupaten pertama Smart City. Dalam hal ini, banyak perubahan yang terjadi, di antaranya dalam hal perizinan.
“Alhamdulillah sejak 2018, Kabupaten Siak ditetapkan oleh Kemen PAN-RB, sebagai kabupaten dengan perizinan terbaik di Indonesia,” jelas Wabup Husni dengan bangganya.
Penghargaan diserahkan Menkominfo Johnny G Plate, kepada Wakil Bupati Siak Husni Merza, dalam closing ceremony Gerakan Menuju Smart City di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City Tangerang pada tahun 2021 lalu.
Wabup Husni Merza mengucapkan syukur dan tahniah atas penghargaan yang diterima oleh Kabupaten Siak atas Implementasi Program Smart City kategori Smart Governance.
"Dengan penghargaan ini, kami mendorong seluruh pelayanan untuk bisa memanfaatkan teknologi informasi, dalam meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Wabup Husni.
Untuk memberikan pelayanan yang terbaik diperlukan kecepatan, ketepatan serta inovasi. Dengan mengandalkan teknologi informasi yang terus berkembang.
"Ke depan sistem pelayanan tidak lagi secara manual melainkan berbasis elektronik,” ucap Wabup Husni. Saat ini Pemkab Siak juga sedang merencanakan sistem pembayaran non tunai, dan juga sistem tanda tangan secara elektronik.(fen)
riaupotenza.com adalah Situs berita riau, media online yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman informasi. Portal berita disini selalu update, dan secara kreatif mengubungkan teks, foto, video dan suara dan kami fokus pada pembaca di Indonesia dan Riau khususnya, baik yang berada di tanah air maupun yang tinggal di luar negeri
Selengkapnya
| Alamat | : | Jl. KH Ahmad Dahlan No.14 C Sukajadi Pekanbaru Riau |
| Phone | : | 081275844407 |
| Fax | : | 0761 (0000) |
| : | riaupotenza@gmail.com |