Situs Berita rednews24.com


Posted By : SOGIR, S.PD. SD
Guru SDN 21 Siak Kecil



JUMAT, 11-11-2022-10:47:07
42 Viewer Reporter : RIAU POTENZA

Kegiatan Belajar Mengajar dengan Penerapan Metode Diskusi

METODE apa yang paling tepat untuk diterapkan dalam suatu proses pembelajaran ? Hal itu jelas harus dikuasai oleh guru. Lebih jelasnya adalah bahwa dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) guru harus mampu menguasai berbagai metode yang paling tepat sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan. Penguasaan terhadap metode, alat/media dan teknik pembelajaran ini harus diterapkan dan tercermin dalam program pembelajaran. 


Jadi pada intinya proses pembelajaran harus bervariatif, metode yang digunakan tidak monoton, sehingga potensi yang ada pada masing-masing anak dapat dikembangkan secara optimal. 


Berbagai tuntutan di atas akan dapat terlaksana dengan baik apabila guru yang bersangkutan memiliki kemampuan professional, artinya baik dalam motivasi untuk mengajar maupun kemampuan secara teknis instruksional, guru tersebut benar-benar dapat diandalkan. Salah satu bentuk profesionalitas seorang guru adalah jika yang bersangkutan mampu menerapkan metode mengajar yang baik, salah satunya adalah metode diskusi dalam pembelajaran.

Secara garis besar langkah-langkah yang harus ditempuh guru dalam mempersiapkan penerapan metode tersebut, antara lain:


Para siswa dengan bimbingan guru mempersiapkan alat atau sarana untuk melaksanakan diskusi, salah satu teknik penerapan diskusi adalah dengan cara “panel”. Ditunjuk beberapa anak untuk menjadi panelis, memperagakan proses tukar pendapat di depan sehingga anak-anak lain menyaksikan dan terpancing untuk mengemukakan pendapat mereka. dan seterusnya. Selanjutnya, untuk lebih meningkatkan semangat para siswa, topic yang didiskusikan bisa saja ditentukan dengan cara diundi. 


Sebelum tampil para siswa yang memilih pertanyaan dalam kotak yang sama diminta berdiskusi sesama temannya. Walaupun demikian saat tampil di depan merupakan tanggung jawab masing-masing secara individual. Pada akhir pertemuan guru dibantu para siswa memberi kesimpulan atas jawaban berbagai pertanyaan yang ada. Pada intinya kesimpulan juga mengakomodasi jawaban-jawaban dari siswa yang dianggap benar. 


Kecerdasan anak yang dapat mempengaruhi anak dalam berbicara. Tidak kalah pentingnya adalah faktor mental anak (keberanian) anak dalam mengemukakan pendapatnya. Tepatnya adalah faktor kejiwaan si anak. Kejiwaan ini banyak mempengaruhi anak untuk berani bergaul, berani mengemukakan pendapat, berani menyanggah pendapat orang lain, dan juga berani mengakui kebenaran pendapat orang lain jika memang benar.


Proses diskusi memang tidak lepas dari kebiasaan bergaul dengan sesama orang lain, anak yang biasa bergaul akan memiliki kepercayaan diri, karena itu guru hendaknya membentuk suasana sedemikian rupa agar anak tidak canggung-canggung bergaul dengan sesamanya. Persoalan kejiwaan anak memang merupakan persoalan yang prinsip, sebab masa kanak-kanak di dalam konteks psikologis merupakan masa yang penuh kepekaan. Keberhasilan mereka dalam mengatasi masalah psikologis akan membawa dampak besar di masa remaja dan masa dewasanya kelak.


Kita sering melihat kenyataan bahwa seorang anak dapat menjadi baik atau buruk di masa depannya salah satunya adalah karena pengaruh kuat dari kondisi psikologisnya ketika mereka masih kecil. Dunia anak dengan berbagai tingkah polahnya memang menyimpan banyak keunikan.


Kegiatan belajar sesuai dengan bentuk belajar ketrampilan, menekankan pada proses latihan. Tahapan latihan ini dimulai dengan pencapaian hasil belajar kognitif, baik berupa konsep dan prinsip. Selanjutnya, dilakukan latihan menyesuaikan gerakan dengan aturan-aturan tertentu, dan melalui latihan lebih lanjut, diberi kebebasan untuk mengembangkan kemampuan sampai mencapai kemampuan atau ketrampilan yang berbentuk pola-pola respon.


Praktek pengajaran dengan pendekatan keaktifan Guru-Siswa menuntut upaya guru dalam merancang berbagai bentuk kegiatan belajar yang memungkinkan terjadinya proses belajar aktif pada diri siswa. Rancangan itu merupakan acuan dan panduan, baik bagi guru itu sendiri, maupun bagi siswa. Kadar keaktifan dalam pengajaran dengan pendekatan keaktifan Guru-Siswa tercermin dalam kegiatan baik dilakukan guru, maupun siswa.


Sebenarnya metode apa yang paling cocok dalam suatu proses pembelajaran, bukanlah menjadi persoalan. Sebab penerapan metode juga harus disesuaikan dengan kondisi siswa. Meskipun sebagian besar guru tidak melihat hubungan antara metode dengan basis sosial. Mereka melupakan hubungan cara berpikir dengan basis sosial. Metode sebagai hasil dari cara berpikir dan cara berpikir merupakan hasil jawaban manusia atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam alam sekitar.


Dengan adanya pendapat itu, nampaklah bagaimana pentingnya hubungan antara cara berpikir yang dalam hal ini diwujudkan dalam bentuk diciptakannya metode, dengan kondisi sosial yang ada dalam suatu lingkungan masyarakat. Dan dalam proses pendekatan ini peranan dunia pendidikan sangat dibutuhkan.


Di samping itu penerapan multi metode dan media dalam proses pembelajaran menuntut variatifnya pula penerapan penilaian. Artinya bahwa penilaian tidak hanya sekedar mengukur hasil yang diperoleh, melainkan juga bagaimana mengukur keikutsertaan siswa dalam proses pembelajaran itu. Termasuk misalnya latihan penerapan sopan santun, perilaku, diskusi, penerapan pendekatan fragmentis, dan semacamnya. (*)

  • riaupotenza.com adalah Situs berita riau, media online yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman informasi. Portal berita disini selalu update, dan secara kreatif mengubungkan teks, foto, video dan suara dan kami fokus pada pembaca di Indonesia dan Riau khususnya, baik yang berada di tanah air maupun yang tinggal di luar negeri Selengkapnya
  • Kontak Perusahaan

    Alamat :Jl. KH Ahmad Dahlan No.14 C Sukajadi Pekanbaru Riau
    Phone:
    Fax:
    Email:riaupotenza@gmail.com